MENU Home Masuk Berita Daerah Internasional Fokus Kolom Blak blakan Pro Kontra Infografis Foto Video Indeks NEW Adsmart · Most Popular · Hoax or Not · Suara Pembaca · detikPemilu · 50% 50% 50% Ergonomic Hip Cushion Pos… $80 $39 97 Buy Now detikNews Abc-australia Detail Berita Buy Now Buy Now Buy Now Follow detikcom Kamis 29 Agustus 2019 13 59 WIB Pemerintah Australia Tadinya Ingin Timor Leste Tetap Jadi Bagian NKRI ABC Australia - detikNews 7 komentar BERITA TERBARU Canberra - Dokumen intelijen Amerika Serikat yang baru saja dideklasifikasi mengungkap MENU sejumlah fakta terkait kerusuhan pasca referendum Timor Leste tahun 1999 Seorang pengamat menyebut Australia tadinya justru ingin provinsi ke-27 Indonesia itu tetap jadi bagian NKRI Polisi Hong Kong Larang Unjuk Rasa karena Masuk Alasan Keamanan Kamis 29 Agustus 2019 17 14 WIB 50% Fahri Hamzah soal RKUHP Bayangkan 74 Tahun Merdeka Masih Pakai UU Belanda Dokumen ini mengklaim bahwa AS bukan Australia yang memaksa Indonesia untuk menerima pasukan penjaga perdamaian untuk Timor Leste Interfet setelah 78 5 persen rakyat di sana memilih opsi merdeka Dokumen tersebut juga mengindikasikan bahwa Australia sama sekali tidak mendukung atau merencanakan misi penjaga perdamaian sampai menit-menit terakhir Yaitu setelah AS berhasil memaksa Indonesia Kamis 29 Agustus 2019 17 23 WIB Seamless Magic Wireless Lift Bra -… $19 97 Wiranto Bicara Keadilan di Papua Rp 92 T Sudah Digelontorkan 50% Kamis 29 Agustus 2019 17 14 WIB Deklasifikasi dokumen dilakukan pekan ini oleh Arsip Keamanan Nasional AS menjelang peringatan 20 tahun referendum kemerdekaan Timor Leste pada hari Jumat 30 8 2019 Dengan terbukanya dokumen tersebut narasi Pemerintah Australia bahwa pihaknya berjasa besar dalam kemerdekaan Timor Leste kini jadi dipertanyakan keabsahannya $19 97 50% Kamis 29 Agustus 2019 17 21 WIB Stretch Seal Lids 6 Pieces Clear Bertahun-tahun setelah referendum PM John Howard selalu menyatakan pembebasan Timor Leste adalah salah satu pencapaian paling membanggakan sebagai perdana menteri di samping larangan kepemilikan senjata di Australia Faktanya menurut dokumen ini justru AS-lah yang berhasil menekan Indonesia untuk mundur dari jurang bencana dan membiarkan pasukan penjaga perdamaian multinasional masuk ke negara itu ketika milisi prointegrasi terus melakukan kerusuhan Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas Elpiji di Langkat 4 Pekerja Diamankan Stretch Seal Lids 6 Pieces - Clear $40 Portable Hotel Door Lock $19 97 External Link Declassified cable documents Admiral Blair urging General Wiranto to 'pull back from brink of disaster' Dokumen intelijen AS ini memberikan konteks baru terhadap kabel diplomatik Australia dari akhir tahun 1999 Kabel diplomatik itu mengklaim Australia secara konsisten melobi pembentukan Interfet Salah satu laporan CIA dalam dokumen yang baru dirilis menyebutkan militer Indonesia mendukung milisi pro-integrasi Upaya Jakarta mengendalikan situasi keamanan di Timor Timur hanya berdampak kecil karena elemen militer Indonesia mendukung milisi prointegrasi tulis laporan berjudul Tinjauan Terorisme CIA Banyak laporan menyebutkan elemen militer Indonesia membantu atau bekerja dengan milisi pro-integrasi Militer Indonesia pada 6 September 1999 secara terbuka bekerjasama dengan milisi memaksa rakyat meninggalkan Timor Timur Alexander Downer membantah Laporan CIA ini bertentangan dengan komentar yang dilontarkan Menteri Luar Negeri Australia saat itu Alexander Downer yang di tahun 1999 menepis adanya peran TNI dalam milisi pro-integrasi Dia menyebut hanya oknum jahat dari TNI yang terlibat kerusuhan tersebut Most Popular Most Commented 1 Jayapura Rusuh Wiranto Gedung MRP Dibakar Rutan Dijebol 2 Penampakan Bukti Keberadaan Sriwijaya yang Disangkal Ridwan Saidi 3 Wiranto Tegaskan Bendera Bintang Kejora Tak Boleh Dikibarkan 4 Punya Dendam Kelvin Bantu Aulia Kesuma Bunuh Pupung dan Dana 5 Ridwan Kamil Ungkap Tiga Nama Tempat Calon Ibu Kota Baru Jawa Barat 6 Sebut Sriwijaya Fiktif dan Bajak Laut Ini Referensi Ridwan Saidi 7 Jayapura Rusuh Aparat Halau Massa dengan Gas Air MataMasuk MENU 8 Ikuti Jejak Jokowi Ridwan Kamil Juga Mau Pindahkan Ibu Kota Jabar 9 Wacana Pemindahan Ibu Kota Jabar Hengky Kurniawan Sangat Tepat di Walini 10 Ganti Rugi 10 Korban Predator Anak di Mojokerto Terkendala Regulasi SELENGKAPNYA Alexander Downer menyebut Australia berusaha keras meredakan kerusuhan di Timor Leste pasca referendum salah satunya dengan menemui Presiden B J Habibie dan Menlu Ali Alatas Reuters Lirio Da Fonseca Profesor Clinton Fernandes dari University of NSW pada tahun 1999 bekerja sebagai analis intelijen utama untuk Timor Timur di Australian Theatre Joint Intelligence Centre ASTJIC Sydney Menurut dia sikap Australia saat itu bisa ditafsirkan sebagai memberikan perlindungan diplomatik untuk kegiatan militer Indonesia Howard dan Downer berusaha keras untuk melindungi TNI kata Prof Fernandes Kabel diplomatik ini mengkonfirmasi bahwa kebijakan Pemerintahan Howard adalah menjaga Timtim tetap jadi bagian Indonesia Dan pada akhirnya terpaksa mengubah sikap katanya Kabel diplomatik Australia saat itu menyebut adanya banyak bukti pada awal April 1999 bahwa militer Indonesia mempersenjatai milisi dan itu terkait pucuk pimpinan tentara yaitu Panglima TNI Jenderal Wiranto ABC telah meminta komentar dari Howard yang kabarnya tidak sedang di Australia pekan ini Dukungan Australia untuk membentuk Interfet baru diberikan setelah hasil referendum diumumkan ketika AS mengambil langkah untuk menekan Indonesia Juga setelah terjadi pembantaian lain di Suai Laksamana Blair 'tekan' Jenderal Wiranto Kabel diplomatik tertanggal 9 September 1999 dari Kedutaan AS di Canberra menceritakan pertemuan pribadi selama 40 menit antara Laksamana Dennis Blair saat itu Komandan Pasukan Amerika di Pasifik dengan Jenderal Wiranto Catatan dua lembar dari Laksamana Blair menunjukkan tekanan kepada Jenderal Wiranto untuk menarik diri dari ambang bencana Meskipun ada jaminan bahwa TNI dapat menjaga keamanan di Timor Timur meski TNI mengirim sejumlah besar pasukan baru ke sana dan mengambil langkah luar biasa dengan memberlakukan darurat militer Timor Timur berada dalam anarki tulis Laksamana Blair Terus memburuknya situasi tidak hanya akan menyebabkan hilangnya nyawa tapi berpotensi merusak hubungan Indonesia dengan negara-negara lain di dunia termasuk AS Seperti yang Anda ketahui koalisi negara-negara yang peduli bersedia mengirim pasukan multinasional ke Timor Timur pasukan semacam itu bertujuan menstabilkan situasi sampai MPR bersidang mendukung hasil MENU pemilu maka pengaturan baru akan dibuat bersama PBB Seluruh dunia menyaksikan saat tragedi ini terungkap dan kecaman internasional terhadap Indonesia semakin menyulitkan Peluang Indonesia untuk menyelamatkan hubungannya dengan dunia tertutup dengan cepat Beberapa hari setelah Laksamana Blair menemui Jenderal Wiranto Indonesia pun mengizinkan pasukan Interfet masuk ke Timtim Dokumen Badan Intelijen Pertahanan AS mengungkap upaya terakhir Indonesia untuk mengeluarkan Australia dari pasukan Interfet tapi gagal Pasukan Interfet malah dipimpin Australia dan masuk ke Timor Leste pada 20 September 1999 Kekerasan milisi telah berkurang saat itu dan tentara Indonesia pun mulai menarik diri 'Milisi harus dilucuti' Saalh satu kabel rahasia dari Kedutaan AS di Jakarta menunjukkan bagaimana negara itu bersikap keras terhadap Indonesia di saat misi Interfet berjalan Menteri Pertahanan AS William Cohen menemui Jenderal Wiranto pada 30 September 1999 untuk menekankan bahwa hubungan AS - Indonesia dipertaruhkan jalur kecuali jika kekerasan dihentikan Dukungan TNI untuk milisi pro-integrasi sangat jelas dan sama sekali tidak bisa diterima kata Menteri Cohen saat itu Milisi harus dilucuti Para pengungsi di Timor Barat harus dibiarkan pulang dengan selamat Interfet harus diizinkan melakukan tugasnya tanpa dilecehkan Kabel diplomatik AS lainnya menunjukkan bahwa ternyata Australia tidak siap untuk mendukung misi penjaga perdamaian bahkan ketika pasukan Interfet berangkat ke Timor Leste pada September 1999 Satu dokumen menyebutkan di saat pasukan Interfet dikerahkan Australia justru masih berusaha mencari 4 000 jaket antipeluru dan terpaksa meminjam dari AS External Link CIA's Terrorism Review Simak berita selengkapnya dalam Bahasa Inggris di sini ita ita abc australia australia timor leste Masuk